Uncategorized

Waspadai Komplikasi Serius Akibat Penyakit Difteri

Waspadai Komplikasi Serius Akibat Penyakit Difteri – Anda, atau bahkan anak Anda mengalami penyakit difteri? Jika ya, jangan biarkan. Karena penyakit ini bisa menimbulkan penyebaran dan komplikasi serius jika dibiarkan berlarut-larut tanpa pengobatan yang cepat, Terutama pada penderita anak-anak.

Waspadai Komplikasi Serius Akibat Penyakit Difteri

Seperti yang telah dijelaskan pada halaman sebelumnya, bahwa difteri merupakan infeksi menular yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan.

Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, tidak rutin imunisasi, dan tinggal dalam lingkungan yang penuh sesak, cenderung lebih berisiko mengalami penyakit jenis ini.

Waspadai Komplikasi Serius Akibat Penyakit Difteri

Tahukah Anda?

Diperkirakan, hampir satu dari lima penderita difteri balita dan berusia di atas 40 tahun yang meninggal dunia akibat komplikasi difteri. Untuk itu, pengobatan difteri harus segera dilakukan untuk mencegah penyebaran sekaligus komplikasi serius yang bisa terjadi.

Jika penyakit ini tidak diobati dengan cepat dan tepat, toksin dari bakteri difteri bisa memicu beberapa komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa penderitanya. Beberapa di antaranya meliputi:

√ Kerusakan saraf – Toksin dapat menyebabkan Anda mengalami kesulitan menelan, masalah saluran kemih, paralisis atau kelumpuhan diafragma, serta pembengkakan saraf tangan dan kaki. Paralis ini bisa membuat Anda tidak bisa bernapas, sehingga membutuhkan alat bantu pernapasan atau respirator.

Paralisis diafragma dapat terjadi secara tiba-tiba pada awal kemunculan gejala atau berminggu-minggu setelah infeksi sembuh. Untuk itu, Anda dianjurkan untuk tetap di rumah sakit hingga 1,5 bulan.

√ Masalah pernapasan – Sel-sel yang mati akibat toksin yang diproduksi bakteri difteri akan membentuk membran abu-abu yang dapat menghambat pernapasan. Partikel-partikel membran juga dapat luruh dan masuk ke paru-paru. Hal ini bisa berpotensi memicu reaksi peradangan pada paru-paru, sehingga fungsinya akan menurun secara drastis dan menyebabkan gagal napas.

√ Kerusakan jantung – Selain paru-paru, toksin difteri juga berpotensi masuk ke jantung dan menyebabkan peradangan otot jantung atau miokarditis. Komplikasi ini bisa menyebabkan banyak masalah, seperti detak jantung tidak teratir, gagal jantung, dan kematian mendadak.

√ Difteri hipertoksik – Komplikasi ini merupakan bentuk difteri yang sangat parah. Selain gejala yang sama dengan difteri biasa, difteri hipertoksik bisa memicu pendarahan yang padah serta gagal ginjal.

Cara Mencegah Difteri Dengan Vaksinasi

Waspadai Komplikasi Serius Akibat Penyakit Difteri

Langkah pencegahan paling efektif yang dapat dilakukan agar tidak semakin berkembangnya penyakit ini adalah dengan vaksin. Pencegahan difteri tergabung dalam vaksin DPT, yang meliputi difteri tetanus, dan pertusis atau batuk rejan.

Vaksin DPT termasuk dalam 5 imunisasi wajib saat anak berusia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, satu setengah tahun, dan lima tahun.

Vaksinasi umumnya dapat melindungi anak dari bahaya difteri seumur hidup. Namun bagi mereka yang belum menerima vaksin ini saat bayi, terdapat baksin sejenis bernama Tdap yang bisa diberikan pada usia 12 tahun.

Penderita difteri yang sudah sembuh juga dianjurkan untuk menerima vaksin, karena tetap memiliki risiko untuk kembali tertular penyakit yang sama.

Sumber : alodokter.com

Rekomendasi pengobatan penyakit difteri dengan obat herbal 100% ampuh, « klik

Demikian informasi mengenai komplikasi serius akibat penyakit difteri yang tidak mendapatkan penanganan cepat dan tepat, yang tentunya harus diwaspadai.

Terimakasih telah berkunjung ke halaman sederhana kami, semoga bermanfaat.

Waspadai Komplikasi Serius Akibat Penyakit Difteri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *