8 Jenis Penyakit Autoimun, Gejala Dan Cara Pengobatannya

8 jenis penyakit autoimun, gejala dan cara pegobatannya – Penyakit auotimun merupakan kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel atau jaringan sehat dalam tubuh itu sendiri. Padahal sistem kekebalan tubuh seharusnya membentengi tubuh dalam menghadapi penyakit.

8 Jenis Penyakit Autoimun, Gejala Dan Cara Pengobatannya

Adanya gangguan atau kelainan pada sistem kekebalan tubuh ini bisa berdampak pada banyak sekali bagian tubuh. Saking banyaknya, tercatat ada 80 jenis penyakit autoimun dengan sebagian gejala yang sama.

Hal ini tentunya akan membuat Anda sulit mengetahui apakah Anda menderita gangguan ono atau tidak dan pada jenis yang mana.

Lantas, apa saja yeng menjadi penyebab terjadinya penyakit autoimun ini?

Meski memiliki banyak jenis, penyebab dari penyakit autoimun sendiri masih belum dapat dipastikan. Namun diketahui bahwa perempuan lebih rentan terserang penyakit autoimun dibanding laki-laki, terutama saat usaia produktif

Belum diketahui juga kenapa perempuan lebih rentan terserag penyakit autoimuni dibanding laki-laki. Namun diperkirakan bahwa hormon seks memiliki pengaruh yang kuat.

8 Jenis Penyakit Autoimun, Gejala Dan Cara Pengobatannya

Berikut Ini 8 Jenis Penyakit Autoimun Yang Sering Ditemui

» Diabetes melitus tipe 1

Umumnya penyakit ini akan tergiagnosa sejal usia kanak-kanak atau dewasa awal. Penyakit diabetes tipe 1 diakibatkan oleh adanya serangan sistem kekebaln tubuh pada sel-sel pankreas yang bertugas untuk memproduksi insulin.

Hal ini menyebabkan terganggunya produksi insulin, sehingga tubuh tidak mampu mengontrol kadar gula darah.

Jika hal ini tidak segera ditangani, berisiko menimbulkan kerusakan pada tubuh, seperti gagal ginjal, stroke, penyakit jantung, kebutaan, atau masalah terkait sirkulasi darah dalam tubuh.

» Multiple sclerosis (MS)

Penyakit multiple sclerosis ini terjadi saat sistem kekebaln tubuh Anda menyerang sel-sel saraf sendiri, dan akibatnya menimbulkan beberapa gejala seperti nyeri, kebutaan, gangguan koordinasi tubuh, dan kejang otot.

Gejala lainnya yang mungkin timbul adalah tremor, mati rasa ekstrim, kelumpuhan, sulit berjalan dan berbicara.

» Penyakit Lupus (sistemik lupus eritematosus atau SLE)

Penyakit ini mempengaruhi jaringan ikat dan dapat menyerang sistem organ tubuh. Gejala yang ditimbulkan berupa peradangan pada sendi, denan, ruam merah di wajah yang khas, serta penurunan berat badan.

Baca : Pola makan sehat untuk penderita lupus

» Penyakit Graves Disease

Ini merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan kelenjar tiroid menjadi terlalu aktif. Gejala yang ditimbulkan dari gangguan ini bisa mengganggu kegiatan sehari-hari, di antarnaya seperti: Kesulitan tidur, mudah emosi, penurunan berat badna tanpa sebab, dan gejala khasnya dalah mata menonjol.

» Psoriasis

Psoriasis ialah kondisi di manan terlalu aktifnya sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan kulit mengalami kondisi kronis. Kondisi ini disebabkan oleh salah satu darah dalam sistem kekebaln tubuh yang terlalu aktif, yakni sel-T.

Berkumpulnya sel-T ini pada kulit menyebabkan rangsangan pada kulit untuk memproduksi lebih cepat dari seharinya, sehingga menyebabkan kulit berwarna keperakan, memerah tebal dan bersisik.

» Rheumatoid arthritis

Ini merupakan penyakit auotuimun yang paling sering ditemui. Sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi yang menyerang pelapis sendi, akibatnya menimbulkan peradangan, pembengkakan dan nyeri pada sendi.

Selain itu, mata, paru-paru dan juga jantung dapat terlibat.

» Scleroderma

Penyakit autoimun yang satu ini daat mempengaruhi kulit dan struktur lainnya, sehingga menyebabkan jaringan parut. Penebalan pada kulit atau kulit yang menjadi keras, sistem pencernaan dan pernapasan terganggu merupakan beberapa gejala yang mungkin timbul.

» Vitiligo

Dan yang terakhir adalah vitiligo, vitiligo adalah kondisi dimana timbulnya bercak-bercak putih yang muncul pada kulit. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja dari segala usia, namun umumnya lebih sering menyerang orang-orang yang masih berada di usia 20-an.

Penyakit autoimun yang tercantum di atas hanyalah sebagian dari banyaknya penyakit autoimun. Pada dasarnya setiap penyakit autoimun memiliki persamaan, yakni melibatkan sistem kekebalan tubuh yang berubah menjadi kacau sehingga menyerang “tubuh sendiri” yang terlihat serupa dengan zat asing.

Jadi, jika Anda menemui gejala terkait penyakit-penyakit yang disebutkan di atas segera periksakan ke dokter. Karena semakin cepat diketahui, semakin besar kemungkinan untuk bisa disembuhkan.

Cara Pengobatan Penyakit Autoimun

8 Jenis Penyakit Autoimun, Gejala Dan Cara Pengobatannya

Gangguan autoimun pada umumnya tidak dapat disembuhkan, namun gejala yang menimbulkan penderitaan sebagian besar dapat dikendalikan dengan perawatan sebagai berikut:

  • Obat antiinflamasi (untuk mengurangi peradangan dan nyeri)
  • Kortikosteroid (untuk mengurnagi peradangan dan menekan sistem imun)
    Terapi fisik (untuk menorong mobilitas)
  • Obat imunosupresan (untuk menghambat aktivitas sistem kekebalan tubuh)
  • Operasi (misalnya, untuk mengobati penyumbatan usus pada kasus penyakit Crohn).
  • Terapi sulih (misalnya, suntikan insulin dalam kasus diabetes melitus).
  • Terapi dengan obat herbal QnC Jelly Gamat ( yakni obat herbal dari 100% teripang emas yang bermanfaat untuk menekan peradangan, mengurangi rasa nyeri, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta menetralisir efek samping pasca pengobatan medis).

Demikian informasi mengenai beberapa jenis penyakit autoimun yang paling sering menyerang tubuh manusia. Semoga bermanfaat, menambah pengetahuan dan menambah kewaspadaan Anda terhadap penyakit berbahaya ini!

8 Jenis Penyakit Autoimun, Gejala Dan Cara Pengobatannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *