Efek Samping Radioterapi Kanker Rahim

      No Comments on Efek Samping Radioterapi Kanker Rahim

Efek Samping Radioterapi Kanker Rahim – Radioterapi merupakan salah satu jenis pengobatan dengan menggunakan sinar-X yang langsung menuju sasaran untuk menghancurkan sel-sel kanker sekaligus meminimalisir radiasi pada sel-sel yang sehat.

Efek Samping Radioterapi Kanker RahimSebagian besar penderita kanker biasanya akan menerima terapi radiasi sebagai bagian dari pengobatan. Radioterapi dimanfaatkan oleh para dokter untuk membantu pengobatan hampir semua jenis kanker, dan salah satunya adalah kanker rahim.

Namun yang perlu Anda ketahui dari pengobatan radioterapi adalah pengobatan jenis ini dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel sehat, sehingga sering menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan.

Efek samping dari pengobatan ini juga tergantung dari jenis dan luasnya pengobatan. Selain itu, reaksi dari setiap pasien juga berbeda-beda.

Berikut efek samping pengobatan radioterapi kanker rahim dan kanker serviks seperti dikutip Cancer, Yakni:

Kelelahan

Selama terapi, tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk menyembuhkan dirinya sendiri, sehingga kelelahan tak selalu hilang dengan beristirahat.

Kelelahan paling sering terjadi selama atau setelah minggu kedua menjalankan terapi radiasi. Namun, kelelahan biasanya hilang secara bertahap setelah pengobatan berakhir.

Namun, ada juga beberapa orang yang masih merasa lelah selama beberapa minggu setelah menjalani terapi radiasi. Kelelahan diketahui merupakan salah satu efek samping paling sering terjadi setelah radioterapi.

Kerusakan saraf

Tingginya radiasi saat terapi ke panggul dapat merusak saraf, namun kasus ini jarang terjadi. Anda biasanya akan merasakan otot lemah, mati rasa, nyeri dan kesemutan di tubuh bagian bawah.

Kulit kering

Reaksi kulit akibat terpapar sinar radiasi ketika proses pengobatan yaitu kulit akan menjadi merah atau kering. Biasanya, kulit menjadi kering dalam dua minggu pertama setelah pengobatan.

Pembekuan darah

Risiko terjadinya pembekuan darah ketika pembuluh darah di panggul yang terkena radiasi menggumpal. Dalam kasus paling serius, gumpalan darah dapat menuju paru-paru atau disebut emboli paru.

Hal ini dapat menyebabkan Anda penderitanya sesak nafas, batuk berdarah, kadar oksigen dalam darah menurun dan berpotensi tinggi terkena gagal jantung. Oleh karena itu, biasanya dokter akan memberikan obat pengencer darah selama proses brachytherapy untuk mencegah terjadinya pembekuan darah.

Trauma

Ada risiko kecil kerusakan pada rahim dan dinding vagina selama penempatn implan intrakaviter. Mungkin ada beberapa rasa sakit dan perdarahan jika ada trauma pada rahim dan dinding vagina.

Namun, dalam banyak kasus kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya, tapi operasi mungkin diperlukan jika perdarahan tak kunjung berhenti.

Mual atau Hilang Nafsu Makan

Cara Mengurangi dan mempercepat durasi efek samping radioterapi kanker rahim dan kanker serviks seperti dikutip dari medkes.com, yakni:

  • Hindari makanan tinggi serat karena radioterapi pada dada, perut atau panggul dapat menyebabkan mual dan diare. Pilih makanan tawar seperti roti atau bikuit saja. Selain itu, hindari juga makanan pedas.
  • Cobalah untuk mengkonsumsi camilan ringan sepanjang hari, daripada harus makan besar 3 kali sehari.
  • Penggunaan silinder dan krim hormon vagina dapat membantu mencegah penyempitan dan kekeringan pada dinding vagina akibat radioterapi.

Itulah informasi seputar efek samping radioterapi yang perlu Anda ketahui! Jika Anda tidak ingin penyakit ganas seperti kanker hinggap pada tubuh Anda, lakukanlah pola hidup yang sehat, berfikir positif dan upayakan tetap bergerak aktif.

Pengobatan kanker rahim selain operasi, radioterapi dan kemoterapi, Cek di >> Obat Tradisional Kanker Rahim <<

Posted by : Efek Samping Radioterapi Kanker Rahim on http://apotek45.com

Baca juga artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *