Efek Samping Operasi dan Kemoterapi Kanker Ginjal

Apotek45.com – Anda pasien kanker ginjal, dan berencana melakukan tindakan operasi, kemoterapi atau terapi medis lainnya? Jika benar demikian, sebaiknya Anda baca terlebih dahulu artikel berikut.

Efek Samping Kemoterapi dan Operasi Kanker Ginjal

Pengobatan medis seperti operasi, radioterapi, kemoterapi dan lainnya memang pengobatan yang efektif danĀ  banyak dipilih untuk segera menghilangkan sel kanker dari tubuh. Namun perlu Anda ketahui bahwa ada banyak efek samping yang bisa Anda rasakan setelah melakukan pengobatan tersebut.

Efek Samping Operasi dan Kemoradioterapi Kanker Ginjal

Misalnya kemoterapi, kemoterapi merupakan proses pengobatan dengan memasukkan racun ke dalam tubuh, guna meracuni sel-sel kanker agar binasa dan tidak menjalar kebagian tubuh lainnya. Masalahnya, kemoterapi tidak hanya meracuni sel-sel kankernya saja, tapi di saat yang sama juga dapat menghambat pertumbuhan sel-sel sehat yang terdapat di dalam sumsum, saluran pencernaan, dan lainnya.

Ini tentunya akan merusak organ-organ tubuh lain, seperti hati, paru-paru, jantung, dan lain-lain. Beban racun yang berlebihan juga akan mengancam sistem kekebalan tubuh, sehingga penderita kanker ginjal yang menjalani kemoterapi akan mudah menderita infeksi dan komplikasi sebagai efek samping dari kemoterapi.

Baca : Tanda kanker ginjal stadium 4 dan cara pengobatannya

Berikut ini beberapa efek samping yang bisa dirasakan setelah melakukan kemoterapi, di antaranya meliputi:

  • Rambut tontok – Karena sel-sel folikel rambut yang dapat membelah dengan cepat sebagaimana sel kanker ikut diberantas oleh kemoterapi yang tidak bisa membedakan mana sel berbahaya dan sel sehat.
  • Mual dan muntah.
  • Nafsu makan hilang.
  • Diare dan konstipasi – Selain akibat kekurangan gizi, stres, dan rasa cemas, konstipasi atau diare karena kemoterapi juga dapat menghancurkan sel-sel dinding. Pengaruh diare ini dapat menimbulkan rasa mual, kembung, kram dan sakit perut serta iritasi pada kulit.
  • Alergi dan hieprsensitif.
  • Pendarahan.
  • Kelelahan.
  • Sakit tenggorokan dan sariawan, serta luka-luka pada mulut dan bibir.

Efek samping dari kemoterapi tersebut jelas tidak bisa dihilangkan, karena merupakan proses alami akibat masuknya racun ke dalam tubuh sehingga yang bisa dilakukan oleh Anda yang menjalani kemoterapi hanya dengan mengatasi agar efek samping tersebut dapat ditekan seminim mungkin dan tidak berkembang menjadi penyakit baru.

Sama halnya dengan kemoterapi, Biarpun harga dan perawatannya terbilang mahal, operasi merupakan perawatan paling umum yang banyak dipilih untuk menghilangkan kanker dari ginjal.

Operasi untuk mengangkat ginjal tersebut disebut dengan nephrectomy. Adapaun tipe operasi pengangkatan ginjal ini tergantung pada stadium dari tumor/kanker, yakni:

  1. Radical Nephrectomy. Ahli bedah akan mengangkat seluruh ginjal bersama kelenjar adrenal dan beberapa jaringan di sekitar ginjal. Beberapa simpul getah bening fi area itu juga diangkat.
  2. Simple Nephrectomy. Ahli bedah hanya mengangkat ginjal. Biasanya, tindakan ini dilakukan pada penderita kanker ginjal stadium 1.
  3. Partial Nephrectomy. Ahli bedah hanya mengangkat bagian dari ginjal yang mengandung tumor. Operasi ini dilakukan ketika seseorang hanya mempunyai satu ginjal, ketika kanker sudag memengaruhi kedua ginjal ataupun penderita yang ukuran tumor ginjalnya kurang dari 4 cm atau 3/4 inci.

Baca juga : Harapan hidup penderita kanker ginjal

Efek samping dari operasi adalah lamanya waktu untuk sembuh. Lama waktu yang diperlukan untuk kesembuhan pada setiap orang berbeda-beda. Pasien biasanya sering tidak nyaman selama beberapa hari pertama meskipun telah menggunakan obat penghilang nyeri.

Adakah pengobatan alternatif lain selain operasi dan kemoterapi untuk kanker ginjal tanpa harus mengeluarkan biaya mahal namun AMPUH? Tentu saja ada, Informasi lengkapnya silahkan klik >>> Obat tradisional kanker ginjal ampuh tanpa operasi <<<

Itulah informasi mengenai apa bahaya dan efek samping operasi dan kemoterapi kanker ginjal yang dapat kami bagikan pada Anda. Pengobatan tentu tidak hanya harus dengan operasi dan kemoterapi saja, dengan menggunakan obat berbahan alami juga bukan tidak mungkin dapat menghilangkan kanker tersebut, bahkan tanpa efek samping seperti operasi dan kemoterapi, asal pengobatannya dilakukan secara rutin dan teratur.

Terimakasih telah berkunjung ke halaman kami, semoga artikelnya bermanfaat dan dapat membantu mempermudah Anda untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakit ganas tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *