Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Gejala Penyakit

Ciri-Ciri Anak Alami Difteri dan Cara Mencegah Penyebarannya

Ciri-Ciri Anak Alami Difteri dan Cara Mencegah Penyebarannya

Ciri-ciri anak alami difteri dan cara mencegah penyebarannya – Saat ini, penyakit difteri sedang menjadi buah bibir di masyarakat karena penyakit yang dikira ringan ini ternyata dapat bersifat mematikan karena difteri dapat merusak jantung, ginjal, dan sistem saraf, bahkan difteri bisa mematikan.

Ciri-Ciri Anak Alami Difteri dan Cara Mencegah Penyebarannya

Untuk itu, Anda sebagai orang tua sudah seharusnya mengetahui apa ciri-ciri dan gejala dari penyakit difteri, karena jika suatu saat Anda menemukan gejala-gejala mirip difteri bisa langsung ditangani dengan cepat, sehingga anak bisa terobati dengan cepat.

Ciri-Ciri Anak Alami Difteri dan Cara Mencegah Penyebarannya

Penyakit difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae dan biasanya menyerang selaput lendir yang terdapat di dalam hidung dan tenggorokan.

Jika anak-anak terinfeksi bakteri difteri ini, salah satu ciri-ciri yang mudah dikenali adalah sakit tenggorokan, lemas, dan demam.

Dikutip dari kompas.com, menurut Ruskann, petugas Dinas Kesehatan Puskesmas Sukamaju Baru, Depok, Jawa Barat, Senin (11/12/2017) “Kelihatannya lemas, tulang-tulang yang ada di dalam tubuh tidak berfungsi menopang berat tubuh, demam tinggi”.

Ciri-Ciri Anak Alami Difteri dan Cara Mencegah PenyebarannyaCiri atau tanda difteri yang paling khas adalah munculnya selaput berwarna putih keabuan di bagian belakang tenggorokan yang mudah berdarah.

Selaput putih keabuan tersebut akan menyebabkan rasa sakit terutama saat menelan.

Terkadang disertai pembesaran kelenjar getah bening dan pembengkakan jaringan lunak di leher yang disebut bullneck.

Sumbatan inilah yang nantinya dapat menghalangi jalan napas, menyebabkan anak harus berjuang untuk bisa bernapas. Dan seperti yang telah tadi dikatakan pada paragraf paling atas, difteri bisa merusak organ-organ penting seperti jantung dan ginjal.

Karena bakteri atau kuman difteri dapat mengeluarkan zat racun (eksotoksin), sehingga dapat menimbulkan kematian mendadak dan kelumpuhan saraf-saraf tepi.

Baca : Waspadai komplikasi serius akibat difteri

Lebih lengkapnya, ini dia ciri-ciri atau tanda yang dapat ditimbulkan akibat penyakit difteri:

  • Demam, cenderung menggigil.
  • Adanya lapisan tipis berwarna abu-abu dan menutupi tenggorokan serta kelenjar amandel.
  • Luka atau borok di kulit yang dapat sembuh dalam beberapa bulan.
  • Pilek
  • Lemas
  • Susah Napas
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Sakit tenggorokan dan suara serak
  • Sulit menelan
  • Rentang waktu dari bakteri muncul sampai timbul gejala sekitar 2-5 hari.

Pada umumnya, difteri banyak menyerang anak-anak, terutama mereka yang tidak pernah mendapat imunisasi. Maka dari itu, imunisasi difteri saat ini gencar di sosialisasikan pemerintah sebagai upaya pencegahan.

Apabila Anda atau anak Anda diduga mengalami difteri, sebaiknya segera bawa kedokter.

Baca : Cara mencegah dan mengobati difteri pada anak secara alami

Mengingat penyakit ini sangat menular, penderita harus dirawat di Rumah Sakit dan ditempatkan di ruang tersendiri.

Perawatan yang baik, istirahat total ditempat tidur, serta makan-makanan dalam bentuk cairan atau lunak yang cukup gizi juga akan membantu mengatasi difteri.

Pencegahan difteri pada anak

Pemberian antitoksin difteri sedini mungkin oleh dokter bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya difteri.

Meskipun difteri termasuk salah satu penyakit berbahaya, namun kehadirannya dapat dicegah melalui imunisasi, yakni suntikan vaksinasi DPT.

Selain pada usia 2 bulan, vaksinasi akan diberikan pada saat anak berusia 3 dan 4 bulan.

Setelah vaksinasi pertama, harus dilakukan vaksinasi ulang pada bulan berikutnya karena kekebalan yang didapat dengan hanya satu kali vaksinasi tidak cukup kuat untuk memberi anak kekebalan seumur hidup.

Setelah setahun pemberian imunisasi dasar, anak juga perlu diberi imunisasi ulang yakni ketika anak menjelang usia 5 tahun.

Selain itu, makanan bergizi tinggi serta lingkungan yang sehat sangat membantu usaha pencegahan timbulnya penyakit difteri pada anak-anak.

Sumber : ayahbunda.co.id , alodokter.com, kompas.com

Demikian informasi mengenai ciri-ciri anak alami difteri dan cara mencegah penyebarannya. Semoga bermanfaat dan semakin meningkatkan kewaspadaan Anda terhadap penyakit berbahaya yang satu ini.

Supported by :

QnC Jelly Gamat

Posted by : Ciri-Ciri Anak Alami Difteri dan Cara Mencegah Penyebarannya on Apotek 45

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *